Social Items

- Welcome -   

Nyaman dibaca, dua kata ini sudah cukup untuk menjawab pertanyaan "seperti apa artikel yang berkualitas? "

Namun bukannya artikel berkualitas itu yang mengikuti SEO?

Benar juga, namun..

Apakah SEO pasti menjamin keberhasilan jika diterapkan?

Bagaimana jika kita lupakan sejenak saat menulis?

Karena..

Menulis adalah tentang kepekaan terhadap pembaca..

Jadi, kamulah yang menentukan sendiri bagaimana standar artikelmu yang nyaman untuk dibaca.

Buatlah pembaca menghabiskan waktunya di blogmu.

Walau..

Sangat jarang mereka membaca artikelmu sampai habis, setidaknya mereka mendapat informasi yang dibutuhkan.

Buatlah ketertarikan sampai mereka membagikan artikelmu.

Bahkan sampai mereka selalu mengandalkan blogmu.

Bagaimana.. sulit?

Ahh.. tidak perlu memikirkan itu dulu karena itu hanya membuat kita mengeluh dan malas.

Sekarang bagaimana membuat artikel yang nyaman untuk dibaca?

Jika kamu berkenan.. silahkan untuk mempertimbangkan cara ini.


1. Ketahui Kebutuhan Pembaca

Kebutuhan pembaca yaitu, pengetahuan dan penyelesaian masalah, bisa salah satu dan bisa keduanya.

Artikel yang berisi tutorial akan dibutuhkan oleh pembaca yang ingin menyelesaikan masalahnya.

Maka misimu adalah memandu mereka dalam penyelesaian masalahnya.

Tulislah langkah yang mereka harus ikuti secara jelas, pastikan tanpa basa-basi yang terlalu panjang.

Artikel berisi informasi akan berguna bagi mereka yang membutuhkan pengetahuan.

Misimu yaitu menjelaskan informasi sampai mereka bisa memahaminya.

Sertakan deskripsi informasinya, disusul hal-hal yang berhubungan dengan informasi tersebut.

Artikel akan dikatakan cukup apabila berhasil menjawab pertanyaan pembaca dan tidak melebar kemana mana.


2. Mengajak Pembaca Berkomunikasi

Artikelmu adalah pemikiran dan pengetahuan mu..

Artinya kamu sedang men-transfer informasi kepada pembaca.

Dalam hal ini kamu harus melibatkan pembaca untuk sekedar berkomunikasi.

Kamu bisa menyapanya dengan menggunakan "kamu", "anda", "sobat" atau semaumu.

Lalu ajaklah mereka berfikir dengan mengajukan beberapa pertanyaan.

Tentu pembaca juga butuh perhatian dan dihargai kan.


3. Mengetahui Kalangan Pembaca

Meneruskan dari poin ke-2..

Cara berkomunikasi pada setiap orang berbeda dari tingkatan kalangan atau usia.

Jika pembaca merupakan kalangan remaja, kamu bisa menggunakan bahasa kekinian yang sedang populer.

Berbeda jika pembaca adalah seseorang yang sudah dewasa, bahasa formal bisa dipertimbangkan.

Nah kalau pembaca blogmu adalah anak-anak tentu bahasa yang digunakan mudah dimengerti dan ceria.

Jangan lupakan juga kenyamanan kamu saat menulis, tetap gunakan gayamu sebagai ciri khas.


4. Buat Judul Menarik dan Sesuai

Judul adalah garda terdepan dari sebuah artikel blog.

Pada search engine, judul menjadi penentu apakah artikel tersebut akan dibuka atau tidak.

Judul seperti apa yang dapat menarik pembaca?

Judul yang meyakinkan pastinya, boleh menyertakan sedikit embel-embel.

Contoh..

  • "Cara Membuat Kopi Dalgona"
vs..
  • "Cara Membuat Kopi Dalgona Hanya dalam 10 Menit"

Tentu judul ke-2 lebih menarik karena ada embel-embel "Hanya dalam 10 Menit"

Lagi pula kalau pakai mixer kan memang 10 menit.

Siapa juga yang suruh memakai tangan kan.

Kenapa jadi bahas kopi.

Pakai embel-embel boleh tapi jangan seperti ini..

  • "Cara Membuat Kopi Dalgona Tanpa Capek hanya 10 Menit Sumpah Beneran"

Karena terlalu lebay.

Satu lagi..

Gunakan judul yang sesuai dengan isi artikel.

Kita berfikir kedepan, supaya banyak pembaca yang kembali lagi membaca di lain waktu.

Karena itu sangat penting membangun kepercayaan pada pembaca.


5. Paragraf dibuat Pendek

Pernah membaca paragraf panjang tiba-tiba pandangan nyasar ke kalimat yang salah?

Itu disebabkan karena terlalu banyak baris menumpuk pada suatu paragraf.

Walaupun artikelmu beribu-ribu kata, sebaiknya tetap perbanyak enter.

Pisahkan paragraf satu dengan yang lainnya tanpa memotong pembahasan.

Sehingga pembaca dapat menangkap apa yang kamu sampaikan dengan benar.


6. Menggunakan Subjudul/Heading

Ini adalah opsi lain supaya pandangan pembaca tetap fokus dan nyaman.

Manfaat subjudul?

Pembaca dapat dengan mudah menentukan mana yang sudah dibaca dan mana yang belum.

Selain itu, subjudul akan menjelaskan gambaran dari apa yang akan disampaikan selanjutnya.

Contohnya pada artikel ini yang subjudulnya di awali dengan nomor 1, 2, 3, .. dan seterusnya.


7. Sisipkan Komponen Pendukung

Komponen pendukung akan membantu pembaca memahami apa yang kalian sampaikan di artikel.

Komponen yang tidak boleh ketinggalan adalah gambar..

Pada artikel tutorial, gambar akan sangat membantu untuk menjelaskan apa yang harus dilakukan pembaca.

Pada artikel yang berisi informasi setidaknya disisipkan beberapa gambar yang mendeskripsikan apa yang kamu tulis.

Jika kamu menampilkan data yang berkaitan dengan statistik, visualisasi data sangat dibutuhkan.

Pada hakikatnya manusia akan lebih cepat memahami gambar dari pada data text ataupun angka.


8. Naikan Ekspetasi Pembaca

Misalnya...

Ada pembaca yang berekspektasi rendah terhadap artikelmu yang akan Ia baca.

Seperti menganggap artikelmu akan sama dengan yang lainnya, atau menganggap artikelmu akan tidak lengkap.

Hap..

Ketika tiba saat mereka membaca, ternyata artikelmu melebihi ekspetasinya.

Artikelmu ternyata berbeda, sangat menarik serta sangat lengkap.

Tentu pembaca akan menaikan ekspetasinya terhadap artikel-artikel lain yang kamu buat.

Namun bagaimana caranya?

Naikan saja bobot artikelmu..

Jangan hanya sampaikan teori dasar, sampaikan lah yang lebih mendalam namun tetap tidak keluar topik.

Jagalah keakuratan dari isi artikelmu.

Pastikan tidak ada yang copas walaupun itu hanya satu kalimat, bedakan mengutip dengan copas.


9. Baca Artikelmu Sendiri

Sesaat setelah kamu menyatakan selesai menulis artikel, jangan langsung klik publish.

Sekarang adalah saat yang tepat untuk menempatkan diri sebagai pembaca.

Baca artikelmu kembali sampai selelesai..

Sembari membaca kamu bisa melakukan crosscek kata perkata untuk memastikan tidak ada typo.

Telaah lagi kalimatnya, apakah pantas dan berkaitan satu sama lain.

Disinilah kamu bisa menilai kualitas artikelmu sendiri dan men-simulasikan reaksi orang yang membaca artikelmu nanti.


Kamu memang bisa melupakan SEO saat menulis.

Namun ingat, hanya saat menulis..

Setelah itu artikelmu akan di indeks ke search engine dan mulai bersaing dengan artikel lainnya.

Jadi harus tetap melakukan pengoptimalan lain untuk mendapatkan halaman satu pencarian.

Menjadikan artikelmu gampang dicari atau ditelusuri.

Promosi dan backlink adalah cara yang paling ampuh untuk menaikan status artikel di search engine.

Setelah mengetahui bagaimana Menulis Artikel Blog yang Nyaman Dibaca, mungkin kamu dapat membaca artikel berikut :

Menulis Artikel SEO Friendly yang Nyaman Dibaca

Nyaman dibaca, dua kata ini sudah cukup untuk menjawab pertanyaan "seperti apa artikel yang berkualitas? "

Namun bukannya artikel berkualitas itu yang mengikuti SEO?

Benar juga, namun..

Apakah SEO pasti menjamin keberhasilan jika diterapkan?

Bagaimana jika kita lupakan sejenak saat menulis?

Karena..

Menulis adalah tentang kepekaan terhadap pembaca..

Jadi, kamulah yang menentukan sendiri bagaimana standar artikelmu yang nyaman untuk dibaca.

Buatlah pembaca menghabiskan waktunya di blogmu.

Walau..

Sangat jarang mereka membaca artikelmu sampai habis, setidaknya mereka mendapat informasi yang dibutuhkan.

Buatlah ketertarikan sampai mereka membagikan artikelmu.

Bahkan sampai mereka selalu mengandalkan blogmu.

Bagaimana.. sulit?

Ahh.. tidak perlu memikirkan itu dulu karena itu hanya membuat kita mengeluh dan malas.

Sekarang bagaimana membuat artikel yang nyaman untuk dibaca?

Jika kamu berkenan.. silahkan untuk mempertimbangkan cara ini.


1. Ketahui Kebutuhan Pembaca

Kebutuhan pembaca yaitu, pengetahuan dan penyelesaian masalah, bisa salah satu dan bisa keduanya.

Artikel yang berisi tutorial akan dibutuhkan oleh pembaca yang ingin menyelesaikan masalahnya.

Maka misimu adalah memandu mereka dalam penyelesaian masalahnya.

Tulislah langkah yang mereka harus ikuti secara jelas, pastikan tanpa basa-basi yang terlalu panjang.

Artikel berisi informasi akan berguna bagi mereka yang membutuhkan pengetahuan.

Misimu yaitu menjelaskan informasi sampai mereka bisa memahaminya.

Sertakan deskripsi informasinya, disusul hal-hal yang berhubungan dengan informasi tersebut.

Artikel akan dikatakan cukup apabila berhasil menjawab pertanyaan pembaca dan tidak melebar kemana mana.


2. Mengajak Pembaca Berkomunikasi

Artikelmu adalah pemikiran dan pengetahuan mu..

Artinya kamu sedang men-transfer informasi kepada pembaca.

Dalam hal ini kamu harus melibatkan pembaca untuk sekedar berkomunikasi.

Kamu bisa menyapanya dengan menggunakan "kamu", "anda", "sobat" atau semaumu.

Lalu ajaklah mereka berfikir dengan mengajukan beberapa pertanyaan.

Tentu pembaca juga butuh perhatian dan dihargai kan.


3. Mengetahui Kalangan Pembaca

Meneruskan dari poin ke-2..

Cara berkomunikasi pada setiap orang berbeda dari tingkatan kalangan atau usia.

Jika pembaca merupakan kalangan remaja, kamu bisa menggunakan bahasa kekinian yang sedang populer.

Berbeda jika pembaca adalah seseorang yang sudah dewasa, bahasa formal bisa dipertimbangkan.

Nah kalau pembaca blogmu adalah anak-anak tentu bahasa yang digunakan mudah dimengerti dan ceria.

Jangan lupakan juga kenyamanan kamu saat menulis, tetap gunakan gayamu sebagai ciri khas.


4. Buat Judul Menarik dan Sesuai

Judul adalah garda terdepan dari sebuah artikel blog.

Pada search engine, judul menjadi penentu apakah artikel tersebut akan dibuka atau tidak.

Judul seperti apa yang dapat menarik pembaca?

Judul yang meyakinkan pastinya, boleh menyertakan sedikit embel-embel.

Contoh..

  • "Cara Membuat Kopi Dalgona"
vs..
  • "Cara Membuat Kopi Dalgona Hanya dalam 10 Menit"

Tentu judul ke-2 lebih menarik karena ada embel-embel "Hanya dalam 10 Menit"

Lagi pula kalau pakai mixer kan memang 10 menit.

Siapa juga yang suruh memakai tangan kan.

Kenapa jadi bahas kopi.

Pakai embel-embel boleh tapi jangan seperti ini..

  • "Cara Membuat Kopi Dalgona Tanpa Capek hanya 10 Menit Sumpah Beneran"

Karena terlalu lebay.

Satu lagi..

Gunakan judul yang sesuai dengan isi artikel.

Kita berfikir kedepan, supaya banyak pembaca yang kembali lagi membaca di lain waktu.

Karena itu sangat penting membangun kepercayaan pada pembaca.


5. Paragraf dibuat Pendek

Pernah membaca paragraf panjang tiba-tiba pandangan nyasar ke kalimat yang salah?

Itu disebabkan karena terlalu banyak baris menumpuk pada suatu paragraf.

Walaupun artikelmu beribu-ribu kata, sebaiknya tetap perbanyak enter.

Pisahkan paragraf satu dengan yang lainnya tanpa memotong pembahasan.

Sehingga pembaca dapat menangkap apa yang kamu sampaikan dengan benar.


6. Menggunakan Subjudul/Heading

Ini adalah opsi lain supaya pandangan pembaca tetap fokus dan nyaman.

Manfaat subjudul?

Pembaca dapat dengan mudah menentukan mana yang sudah dibaca dan mana yang belum.

Selain itu, subjudul akan menjelaskan gambaran dari apa yang akan disampaikan selanjutnya.

Contohnya pada artikel ini yang subjudulnya di awali dengan nomor 1, 2, 3, .. dan seterusnya.


7. Sisipkan Komponen Pendukung

Komponen pendukung akan membantu pembaca memahami apa yang kalian sampaikan di artikel.

Komponen yang tidak boleh ketinggalan adalah gambar..

Pada artikel tutorial, gambar akan sangat membantu untuk menjelaskan apa yang harus dilakukan pembaca.

Pada artikel yang berisi informasi setidaknya disisipkan beberapa gambar yang mendeskripsikan apa yang kamu tulis.

Jika kamu menampilkan data yang berkaitan dengan statistik, visualisasi data sangat dibutuhkan.

Pada hakikatnya manusia akan lebih cepat memahami gambar dari pada data text ataupun angka.


8. Naikan Ekspetasi Pembaca

Misalnya...

Ada pembaca yang berekspektasi rendah terhadap artikelmu yang akan Ia baca.

Seperti menganggap artikelmu akan sama dengan yang lainnya, atau menganggap artikelmu akan tidak lengkap.

Hap..

Ketika tiba saat mereka membaca, ternyata artikelmu melebihi ekspetasinya.

Artikelmu ternyata berbeda, sangat menarik serta sangat lengkap.

Tentu pembaca akan menaikan ekspetasinya terhadap artikel-artikel lain yang kamu buat.

Namun bagaimana caranya?

Naikan saja bobot artikelmu..

Jangan hanya sampaikan teori dasar, sampaikan lah yang lebih mendalam namun tetap tidak keluar topik.

Jagalah keakuratan dari isi artikelmu.

Pastikan tidak ada yang copas walaupun itu hanya satu kalimat, bedakan mengutip dengan copas.


9. Baca Artikelmu Sendiri

Sesaat setelah kamu menyatakan selesai menulis artikel, jangan langsung klik publish.

Sekarang adalah saat yang tepat untuk menempatkan diri sebagai pembaca.

Baca artikelmu kembali sampai selelesai..

Sembari membaca kamu bisa melakukan crosscek kata perkata untuk memastikan tidak ada typo.

Telaah lagi kalimatnya, apakah pantas dan berkaitan satu sama lain.

Disinilah kamu bisa menilai kualitas artikelmu sendiri dan men-simulasikan reaksi orang yang membaca artikelmu nanti.


Kamu memang bisa melupakan SEO saat menulis.

Namun ingat, hanya saat menulis..

Setelah itu artikelmu akan di indeks ke search engine dan mulai bersaing dengan artikel lainnya.

Jadi harus tetap melakukan pengoptimalan lain untuk mendapatkan halaman satu pencarian.

Menjadikan artikelmu gampang dicari atau ditelusuri.

Promosi dan backlink adalah cara yang paling ampuh untuk menaikan status artikel di search engine.

Setelah mengetahui bagaimana Menulis Artikel Blog yang Nyaman Dibaca, mungkin kamu dapat membaca artikel berikut :

Subscribe Our Newsletter

Notifications

Disqus Logo